
Habis baca dari http://meok.detik.com "Jangan Remehkan Jagung"
Dalam artikel itu, penulis membahas tentang konsumsi nasi jagung dan singkong sebagai pengganti nasi sebagai supplier karbohidrat.
Selain karbohidrat, jagung memiliki kandungan gizi yang cukup baik dan cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes guna memperoleh asupan karbohidrat.
Jadi inget, waktu masih di rumah, dulu ibu juga suka bikin nasi jagung. Ada dua versi nasi jagung yang aku kenal, "sego las" dan "sego slubuk". Kedua jenis nasi ini sama-sama merupakan campuran antara nasi putih dan jagung. Bedanya, untuk jenis pertama, jagung yang sudah kering ditumbuk tidak begitu halus, jadi masih terlihat pecahan-pecahan jagungnya. Sedangkan untuk jenis yang kedua, jagung ditumbuk halus sekali sampai menyerupai tepung. Biasanya, kalo mau menumbuk jagung, dulu aku minjem alat tumbuk di rumah tetangga, dan menumbuknya disana (masih kental semangat kekeluargaannya ..., hehehe ..)
Setelah ditumbuk, jagung tersebut kemudian "diayak" kalo dalam bahasa jawa, pake "tampah", untuk memisahkan kotorannya. Setelah itu, dimasaklah menjadi menu yang suedap..
Biasanya, sego jagung atau sego slubuk ini dilengkapi dengan sayur lodeh (kadang-kadang, sayur lodeh dari labu) trus lauknya ikan asin + "gimbal menyok" (kalo bahasa indonesianya, mungkin bakwan singkong, hehehe ...). Nyaem....uenakk....sedap....apalagi kalo masih panas-panas....
Maknyos...
Dalam artikel itu, penulis membahas tentang konsumsi nasi jagung dan singkong sebagai pengganti nasi sebagai supplier karbohidrat.
Selain karbohidrat, jagung memiliki kandungan gizi yang cukup baik dan cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes guna memperoleh asupan karbohidrat.
Jadi inget, waktu masih di rumah, dulu ibu juga suka bikin nasi jagung. Ada dua versi nasi jagung yang aku kenal, "sego las" dan "sego slubuk". Kedua jenis nasi ini sama-sama merupakan campuran antara nasi putih dan jagung. Bedanya, untuk jenis pertama, jagung yang sudah kering ditumbuk tidak begitu halus, jadi masih terlihat pecahan-pecahan jagungnya. Sedangkan untuk jenis yang kedua, jagung ditumbuk halus sekali sampai menyerupai tepung. Biasanya, kalo mau menumbuk jagung, dulu aku minjem alat tumbuk di rumah tetangga, dan menumbuknya disana (masih kental semangat kekeluargaannya ..., hehehe ..)
Setelah ditumbuk, jagung tersebut kemudian "diayak" kalo dalam bahasa jawa, pake "tampah", untuk memisahkan kotorannya. Setelah itu, dimasaklah menjadi menu yang suedap..
Biasanya, sego jagung atau sego slubuk ini dilengkapi dengan sayur lodeh (kadang-kadang, sayur lodeh dari labu) trus lauknya ikan asin + "gimbal menyok" (kalo bahasa indonesianya, mungkin bakwan singkong, hehehe ...). Nyaem....uenakk....sedap....apalagi kalo masih panas-panas....
Maknyos...
0 comments:
Post a Comment